Setelah berhasil dapat ikan banyak saat mancing di Waterboom Jambangan Permai Sragen, — meski agak aneh ya dengerin mancing di waterboom haha—, akhirnya rasa penasaran dua Akhmad sudah hilang sih. Mereka tidak lagi merengek-rengek minta memancing.
Masih tentang waterboom, kali ini saat anak-anak di Sidoarjo minta berenang di waterboom. Aku pun langsung mencari waterboom di Sidoarjo yang tidak terlalu jauh dari rumah. Yah, lagi-lagi kami harus mencari waterboom tapi yang bisa buat anak-anak. Sebenarnya Suncity Waterpark Sidoarjo jadi salah satu destinasi kolam renang di Sidoarjo, sayangnya jauh dari rumah kami.
Akhirnya, kami cari waterboom murah Sidoarjo yang lebih dekat. Sebenarnya bukan waterboom sih. Lebih tepatnya waterpark. Tempat main-main air. Namanya Kraton waterpark.
Lokasi Kraton Waterpark
Kraton waterpark berada di Perumahan Kraton Superblock, Jl. Bypass Krian No.KM. 30, Sidomukti, Kraton, Kec. Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Lagi-lagi, meski kami Google Maps, eh malah kelewatan. Akhirnya kami cari jalan lain yang tidak perlu meter balik. Soalnya kalau muter balik, jalannya jauh—setidaknya menurut perhitungan kami. Sebab lokasinya ada di jalan Bypass Krian yang selalu dilewati bus dan truk antar provinsi.
Lokasi Waterpark ini berada di dalam fasilitas perumahan yang berada di antara gudang perindustrian dan jarang ada pepohonan. Bayangkan deh betapa panasnya.
Saat parkir pun kami tidak di bawah pepohonan karena jarang ada pohon. Duh, pasti panas banget.
Harga tiket dan Jam Buka
Kok ya pas libur kami ke sana, harganya kukira cuma 20an ribu ternyata 35ribuan. Menurutku harganya masih normal. Memang ada perbedaan antara berkunjung hari biasa dna weekend. Kraton Waterpark buka setiap hari mulai dari jam 08.00 pagi sampai jam 15.00 WIB.
Kraton Waterpark ada apa di sana?
Serius sih, aku cari tempat renang plus waterboom nya itu nggak cari detail apa yang ada di sana. Cuma lihat seluncurannya oke yaudah cus.
Setelah bayar, anak-anak tak sabar ingin segera ganti baju dan berenang. Sebagai ibu yang tidak ingin tergesa-gesa, aku minta mereka sabar dulu dan mencari tempat duduk. Sayangnya, saat kami datang, semua tempat strategis yang teduh dan nyaman sudah dipakai banyak orang. Memang tidak ada gazebo di sini tapi banyak pohon-pohon yang bisa dijadikan tempat menunggu anak-anak.
Saran sih kalau mau ke sini bawa tikar aja. Sayangnya, aku nggak bawa tikar jadi duduk di atas cor-coran aja dan lumayan teduh juga.
Seluncuran tinggi
Di Kraton Waterpark, ada seluncuran yang tinggi dan pendek. Kakaknya langsung saja ke perosotan yang besar. Airnya belum dinyalakan jadi anaknya nggak bisa main. Kata orangnya buka jam 9 pagi. Si kakak pun menunggu. Ketika sudah jam 9, beberapa orang langsung menyerbu seluncuran.
Aku kira anakku bakal berani apa nggak. Ternyata maasyaAllah, ia nggak takut bahkan sangat menyenangkan. Bisa teriak katanya. Kolamnya pun tidak dalam hanya sampai tulang punggung.
"Bu, aku mau lagi," Ujarnya padaku memohon izin agar diizinkan bermain lagi.
"Iya." Jawabanku singkat.
Dia ingin waterboom yang bentuknya lingkaran itu tapi kata petugas anak kecil harus pakai ban dan harus sewa.
Anakku main sampai beberapa kali di seluncuran lurus. Sedangkan adiknya nggak mau. ia memintaku untuk segera pergi ke kolam yang lebih kecil. Sayangnya aku tidak bawa baju ganti. Aku pun meminta ayahnya memakai celana pendek aja buat menemani anaknya. Nah, masalahnya nggak punya celana pendek. Aduh.
Akhirnya aku sewa baju renang. Suamiku dan anak-anak berenang dengan hati yang senang.
Sewa baju renang dan ban
Kraton Wtaerpark juga menyediakan sewa baju renang semua usia. Harganya juga normal. Untuk satu set baju renang yang tampak seperti baju olahraga harganya 25ribu. Kok ya pas banget ukurannya.
Nggak cuma pakaian, di sana juga ada sewa ban. Harganya juga sekitar 10-20an ribu. Kami tidak sewa ban juga sih.
Tempat makan
Tentu di mana-mana pasti ada tempat makan. Yang dijual juga beraneka ragam tapi aku nggak beli apa pun haha. Kebetulan kami udah bawa makanan dari luar. Dan setahu kami sih nggak dipermasalahkan.
Mainan mobil-mobilan
Nggak cuma berenang aja. Di sana juga ada main mobil-mobilan. Seru deh pokoknya. Anak bisa main yang lain saat menunggu yang lain merenangnya. Nah, anakku sangat excited ya naik mobil.
Aku juga terengah-engah karena harus mengikuti dari belakang. Hampir aja mobil mainannya masuk ke kolam renang.haha
Toilet
Kubilang cukup bersih meski beberapa bagian belum terawat.
Wahana Mandi Busa
Sekitar jam 11 tiba-tiba banyak orang berkumpul dit engah kolam anak-anak. Mereka berlari segera. Aku mengira ada sesuatu kejadian.
Dari jauh terliat ada wujud gurita berjalan di pinggir kolam. Suara mesin terdengar. Tiba-tiba, senjata gurita itu keluar busa dan diarahkan ke pengunjung. Semua heboh. Aku kangsung mengajak anakku ke sana.
Asli, aku ngga tau kalau ternyata ada wahana mandi busa! Anakku excited dong lihat banyak busa keluar dari senjata gurita. Dan mandi busa ini 2x dalam sehari. Jam 11 siang dan jam 3 sore. Tak cuma itu, anakku dapat hadiah permen kaki dari petugas. Jadi petugas memang membagi-bagikan snack dan permen ke pengunjung secara random.
Anak-anak di sana semuanya tampak bahagia. Bahkan orang tuanya pun ikut main. Si adek ngelihat banyak busa sempat takut karena dikira semakin tinggi dan bikin tenggelam. Beberapa kali keluar dari kolam renang terus masuk lagi pelan-pelan. Kira-kira setengah jam busa menghilang.
Seru banget!
Ternyata ke Kraton Waterpark seru banget. Bisa jadi salah satu rekomendasi tempat renang di Sidoarjo. Kalau datang ke Kraton Waterpark jangan sampai melewatkan permainan busanya. Eh, jangan sampai termakan ya karena nanti sakiittt.
Kukira mancing di waduk Kedung Ombo yang luas bakal dapat ikan yang banyak. Ternyata belum tentu juga. Haha. Memang belum rezeki. Apa yang tampaknya jadi ladang cuan yang banyak ternyata belum tentu dapat. Rezeki memang teka-teki. Hehe.
Antar anak memancing memang capek banget. Kita juga nggak ngapa-ngapain. Dan anakku juga belum minat lagi mau memancing meski masih penasaran gimana rasanya dapat ikan dari hasil mancing.
Sampai ketika liburan selanjutnya di Sragen, anakku minta berenang yang ada waterboom-nya. Permintaan yang cukup sulit karena waterboom yang beneran kan harganya lumayan dan ketinggiannya juga nggak main-main. Untuk anak usia 9 tahun ya agak serem aja kan.
Aku pun mencari waterboom Sragen yang dekat rumah. Sebenarnya kolam renang di Sragen banyak, cuma rata-rata ya hanya buat berenang aja. Nggak ada waterboom-nya. Maunya sih sekalian ajak yang ada tempat wisatanya.
Pilihannya ada di Wisata Sendang Kun Gerit, daerah Gemolong, tapi perjalanan sekitar 1 jam. Terus aku coba searching di internet fasilitas apa saja yang ada di sana. Worth it nggak sih dengan perjalanan sejauh itu. Ternyata yaa biasa aja sih. Emang ada yang viral tapi menurutku nggak terlalu menarik buat anaknya selain kolam renangnya. Haha.
Aku cari lagi deh kolam renang Sragen yang nggak jauh dari rumah. Namanya Waterboom Jambangan Permai. Kalau lihat-lihat di internet, seru juga sih karena emang bukan wisata selfie-selfie. Hehe.
Lokasi dekat tapi sempat kesasar
Lokasi Waterboom Jambangan Permai dari kota Sragen cukup dekat sekitar 30 menit sudah tiba di tujuan.
Lokasinya ada di Gondang-Kaliwedi, Dimoro, Kaliwedi, Kec. Gondang, Kab. Sragen, Jateng. Menuju ke sana, aku mengandalkan Google Map. Sepertinya sulit sekali jika tidak mengandalkan aplikasi tersebut padahal di zaman dulu semua belum mengenal aplikasi tersebut.
Kami sempat nyasar karena masuk ke tempat wisatanya melewati jalan kecil, melewati sawah di kanan kiri. Padahal udah pakai aplikasi, loh. Haha.
Saat tiba di lokasi, tampilannya tidak seperti tempat wisata tapi seperti kantor yang dipenuhi motor, mobil dan angkot. Beberapa orang berjualan di depan. Mobil-mobil parkir di sepanjang jalan. Kami parkir di depan saja karena memang sangat terbatas.
Waterboom Jambangan Permai
Tempat wisata Waterboom Jambangan Permai ini merupakan tempat wisata yang dikelola oleh BUMDes Karya Mandiri Kaliwedi. Aku sempat underestimated sama tempat wisata yang dikelola sama BUMDes. Haha.
Kami memasuki gerbang utama. Pengunjung ramai duduk menikmati makanan di sebelah kiri bangunan. Warung itu menyediakan beberapa menu makanan. Aku lupa deh menunya apa aja.
Pandangan di depanku terlihat kolam ikan dengan bebek-bebek air yang bisa dinaiki. Wah, lumayan nih, naik bebek-bebek saat nunggu anak-anak berenang.
Kami melewati loket yang hanya terdapat meja kayu dengan etalase di sekitarnya. Mbak penjaga sibuk menerima uang dan menyobek karcis dari pengunjung yang datang. Harga tiket Waterboom Jambangan Permai seharga Rp. 10.000,-. Waterboom Jambangan Permai buka dari hari Senin sampai Ahad, dari pukul 08.00 - 17.00, sedangkan hari ahad mulai pukul 07.00.
Tiketnya termasuk murah. Pantas saja ramai sekali. Fasilitas juga lumayan.
Kolam renang
Dengan harga sepulih ribu, kita sudah boleh berenang. Kolam renangnya dibagi menjadi kolam renang anak-anak dan dewasa. Kolam renang anak-anak sudah ada seluncuran yang lurus dan melingkar (spiral slide). Seluncuran untuk anak-anak yang sudah agak tinggi dan seluncuran khusus balita.
Anakku sangat excited bisa berenang di kolam renang yang ada waterboom ala-ala. Mereka segera ganti baju dan menceburkan diri ke kolam renang.
Beberapa kali Ahmad 1 mencoba seluncuran yang pendek kemudian yang tinggi. Sedangkan Ahmad 2 masih mencoba mengenali Medan dulu sampai akhirnya ia berani naik ke seluncuran yang tinggi.
Serius, aku yang lihat agak ketar-ketir karena meskipun sudah ada air mengalir kadang mereka berhenti di tengah seluncuran karena ada anak lain yang mengikuti dari belakang. Beberapa kali kupesankan jangan sampai berhenti di tengah bahaya. Takut nggak kuat. Ihh. Merinding.
Si Ahmad 3 ini yang takut-takut masuk air. Maunya sama masnya tapi masnya sudah sibuk sendiri. Karena ayah ibunya nggak ikut nyemplung, dia nggak berani. Haduh. Baru juga sebentar berenang, dia meminta berhenti.
Gazebo/tempat teduh
Suara cukup riuh. Banyak keluarga menunggu di bawah pepohonan yang teduh dengan menggelar tikar. Pasokan makanan yang dibeli dari luar disajikan di hadapan mereka. Sambil berkisah apa saja, mereka menyantap kudapan yang mereka bawa. Beberapa gazebo tampak berdiri di pinggir kolam renang tapi sebagian sudah terisi. Masih ada sisa satu yang belum terisi. Tempat duduknya seperti angkot tapi berjarak jadi kita tidak terlalu singkat kalau mau gabung sama orang lain.
Toilet
Karena si Ahmad 3 sudah minta berhenti berenang, aku pun mengajaknya membersihkan diri di toilet. Toiletnya lumayan jauh dari tempat dudukku. Di sana sudah ada beberapa orang yang antri untuk masuk ke dalam toilet.
Tak lama, ada ruang kosong, aku mengajaknya masuk. Eh tapi sayang banget air krannya nggak nyala. Haha. Akhirnya aku pakai air di bak mandi yang sisa sedikit. Untungnya aku sudah terlatih saat tinggal di asrama SMA menggunakan air yang sedikit saat mandi. Haha.
Warung
Di dekat tempat duduk gazeboku ada warung yang menjual minuman, mie cup, es krim dan lain-lain. Anakku minta dibelikan mie cup. Harganya standar 10 ribu rupiah. Begitu juga yogurt Cimori 10ribu. Harganya masih normal sih.
Di pintu masuk juga ada warung. Lumayan buat penahan lapar meski menunya yang kurang bervariasi. Mending beli di luar hehe.
Bebek-bebek air
Setelah anakku yang ketiga selesai ganti pakaian, aku mengajaknya dan suami main bebek-bebek air. Harganya 15ribu selama setengah jam. Sayangnya, permainan ini tidak ada yang jaga. Jadi kita melepas tadinya sendiri. Nanti kalau sudah selesai kita yang tambatkan sendiri tali ke kayunya. Agak ribet sih tapi yaudahlah. Enjoy aja, hahaha.
Agak capek juga ngayuhnya. Berasa olahraga. Kita juga mainnya cuma di pinggir kolam aja. Kalau di tengah takut nggak bisa balik. Hehe. Di kolam ini nggak boleh dipakai mancing soalnya banyak ikan berwarna oranye kecil-kecil. Aku nggak paham nama ikannya. Mungkin ada nila juga.
Kolam pemancingan
Memang di kolam ikan tempat bebek-bebek air itu dilarang memancing. Tapi tempat wisata ini juga punya kolam pemancingan. Setelah main bebek air, aku tidak melihat anakku di dalam kolam renang.
Kata suami sedang mancing. Aku pun segera ke kolam pemancingan di bagian belakang. Untuk memancing ini, harga sewa 1 pancingan 15 ribu sudah dapat umpan.
Ahmad 1 tampak memegang alat pancing yang terbuat dari bambu. Akungnya membantu memasangkan umpan di ujung kail.
Wajahnya sangat excited sekali. Rupanya, mereka berhasil mendapatkan ikan lele yang menggelepar di dalam kresek.
"Aku dapat banyak, Bu!" Ujarnya dengan wajah gembira. Aku melihat lele-lele itu terus berpikir. Gimana ini matiinnya. Hahaha. Karena selama ini aku beli lele udah marinasi. Jadi aku tinggal goreng. Lah, kalau masih hidup gini gimana. Dulu pernah beli hidup dikasih garam biar mati. Itu pun nunggu matinya lama. Terus nggak pernah lagi deh beli hidup-hidup. Duh, PR banget sih kamu Naaak!!
Ngelihat si Ahmad 1 bisa menangkap ikan, anakku yang kedua juga mau mencoba. Meski gagal beberapa kali, akhirnya bisa juga mendapat ikan lele. Wajahnya begitu gembira. Akungnya dengan sigap menangkap ikan lele dan melepaskan dari kail. Emang kita harus hati-hati agar tidak terkena sungutnya. Kalau kena sangat bisa sampai nggreges (menggigit demam). Wah, aku nyerah deh. Biar akungnya aja. Haha.
Tangannya berumur darah, kukira tangannya berdarah karena kena kali. Ternyata itu darahnya ikan lele.
Anakku yang ketiga juga penasaran mau memancing. Akhirnya dia juga mencoba dna nggak mau sama sekali dibantuin. Dia maunya dipegang sendiri. Duh, susah kali anak kecil ini. Saat tali bergerak-gerak, semua berteriak "Angkat, Dek! Angkaaat!"
Namanya anak bayi ya.. bingung gimana bisa angkat ternyata cukup berat, dia nggak bisa angkat akhirnya dibantu masnya. Akhirnya berhasil. Dia senang sekali. MaasyaAllah.
Aku juga nggak mau kalah dong. Mencoba memancing di kolam yang banyak ikannya dan aku yakin pasti dapat. Saat percobaan pertama, ternyata aku telat angkat pancingnya. Jadi gagal. Percobaan kedua juga sama gagal. Haha. Tetap aja yaa kalau belum rezeki juga nggak bakal dapat. Saat percobaan selanjutnya baru deh berhasil. Senangnya. Haha.
Aku meminta mereka mengubahnya saja. Kalau diteruskan bisa habis deh isi kolamnya dipancing anak-anakku.
Saat pulang melewati pintu karcis tadi, ikan lele ditimbang dulu. Kalau tidak salah dapat sekitar 1,5 kilo dengan harga sekitar 38ribu. Dah emang cocok mending beli langsung aja. Udah marinasi tinggal goreng. Tapi yang tidak didapat kalau beli sendiri adalah kepuasan saat mendapatkan ikan langsung pada sumbernya. Walaupun kolamnya barusan diisi dengan ikan.
Konsep ini sebenarnya bagus karena secara tidak langsung menjual ikan lele tapi orang harus berusaha memancing pasti dapat ikan. Dan tentunya pasti senang bahagia ketika berhasil mendapat ikan.
Saat kami pulang, ternyata ada kolam ikan lain lagi. Katanya itu bukan ikan lele, mungkin ikan nila. Yang penting rasa penasaran anakku hilanggggg.
Gratis Soto
Sebenarnya setiap tiket bisa ditukar soto ayam. Sayangnya, saat ke sana sedang tidak ada soto ayam gratis karena akhir pekan. Coba deh kalau ke sana saat hari kerja, pasti dapat soto. Hehe.
Taman indah
Di antara fasilitas itu, taman-taman dibuat agar terasa lebih menyenangkan. Di bawah pepohonan yang rindang, para pengunjung menikmati suasana yang tenang.
Tempat Wisata Murah dan Menyenangkan
Ternyata liburan menyenangkan itu nggak harus mahal. Memang harus pintar-pintar memilih tempat aja. Bersyukur banget BUMDes Kaliwedi ini punya Waterboom Jambangan Permai, tempat wisata Sragen yang cocok untuk anak, murah dan menyenangkan.
Sampai rumah, apa yang dilakukan akungnya? Membebeti ikan lele untuk siap dibumbui dan digoreng. Setelah utinya masak, semua pada makan ikan lele. Enak kok. Parahnya, anakku kelelekan duri ikan lele.
Perjalanan jauh demi cucu
Waduk Kedung Ombo, Yang Uomboooo
![]() |
| Sebelah kiri waduk yang dibatasi tanggul |
![]() |
| Tempat kolam renang yang tenggelam saat ini |
Warung apung
![]() |
| Pintu masuk warung apung |
Tempat bermain
Tempat memancing
Toilet
Menu makanan
Musholla
Resto
Playground dan ATV
Senang Nggak Mancing di Waduk?
Kali ini aku akan membahas kuliner Karanganyar. Setiap wisata ke Kemuning, setelah pergi ke paralayang Kemuning rasanya kurang lengkap kalau kita tidak mencari kuliner khas Karanganyar. Yang aku heran, kenapa hampir tiap daerah yang tinggi, memiliki kuliner khas yang sama. Seperti di Kota Batu, makanan khasnya ada sate Kelinci, di Boyolali daerah pegunungan juga begitu. Sekarang di Karanganyar khususnya di Kemuning, salah satu makanan yang biasa direkomendasikan itu sate kelinci. Meski aku juga tidak tahu bedanya apa yaa. Mungkin sambelnya kali?
Tentu saja aku tidak mencobanya karena udah pernah mencoba sate kelinci di Boyolali dan Kota Batu. Sebenarnya banyak kuliner Karanganyar yang recommended, rata-rata sih menu-menu yang biasa aku temui di kota lain.
Saat kuliner di Kemuning, orang tuaku merekomendasikan kuliner rica-rica mentok Lek Man. Dan ternyata ramai banget, loh.
Lokasi Warung Lek Man
Lokasi warung Lek Man ini berada di Spranten, Kemuning, Kec. Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Kalau habis wisata ke Kemuning, aku dan keluarga langsung pergi ke Warung Lek Man. Lokasinya berada di pojok jalan, di dekat kebun sayur yang luas dengan pemandangan Gunung Lawu. Sulitnya, warung ini tidak ada tempat parkir khusus mobil. Jadi mobil parkir di pinggir jalan.
Setiap pergi ke Warung Lek Man saat makan siang selalu ramai. Kadang bingung mau parkir di mana. Soalnya kan di pinggir jalan. Syukurnya ada pak tukang parkir yang mau arahkan parkir di mana. Mobilku pun parkir di bawah tulisan besar Lek Man Rica Menthok.
Warung Lesehan Lek Man Rica Menthok
Kalau dilihat bangunan warung Lek Man ini cukup sederhana dan bukan bangunan rumah tertutup. Tentu saja, kita bisa melihat aktivitas pengunjung dari luar. Sebagian lelaki sibuk dengan gadgetnya, sisanya sibuk mengobrol sambil mengebulkan asap rokok dan menikmati hidangan yang sudah tersaji. Sebagian wanita sibuk dengan anak-anaknya, sebagiannya lagi sibuk makan dan gadgetny. Anak-anak pun sibuk merecoki orang tuanya. Haha. Anak-anak itu membuka mulut untuk menerima makanan, tapi matanya tak lepas dari layar gadget di depannya.
Hampir seluruh meja telah terisi penuh dengan pengunjung. Bersyukurlah, masih ada sisa satu meja. Beberapa kali datang ke sini, meski tampak ramai, tapi selalu ada tempat. Aku pun memesan makanan dengan mendatangi meja kasir yang dekat dengan dapur sederhana biar segera dieksekusi. Maklum sudah lapar.
Beberapa orang melewatiku dengan nampan di satu tangannya. Piring-piring nasi bertumpuk di atasnya dan akan segera menemui pemesannya. Pria yang mengantarkan bergerak cepat seolah banyak hal yang harus dikerjakan. Pegawai wanita mengantarkan gelas-gelas berisi teh-teh khas Kemuning. Penjaja pasti tak sabar menyegarkan tenggorokan mereka dengan teh-teh itu.
Aku pun tak sabar ingin segera mencicipi makanannya. Selama menunggu itu, anakku yang kecil menunjukkan gelagat tak enak. Beberapa kali tangannya memegang bagian tiittt. Dan ia berucap ingin ke kamar mandi. Baiklah. Aku mencari kamar mandi yang ternyata ada di bawah bangunan. Kami melewati tangga menuju ke bawah. Toiletnya di dekat tangga. Di dalamnya cukup luas dan bersih. Tak ada bak mandi, hanya ember cukup besar berisi air yang dingin sedingin es.
Dari situ, aku tahu bahwa di lantai bawah juga ada tempat makan tapi tidak seramai yang di lantai atas. Pemandangan ke hutan di belakang warung terlihat dari tempat aku berdiri. Suasananya lebih dingin. Menurutku lebih nyaman di lantai atas karena udaranya lebih hangat.
Setelah kembali ke tempat duduk, tak sampai 10 menit, makanan yang aku pesan pun sudah tiba. Sebenernya tidak terlalu lama juga menurutku. Layanan juga cukuplah. Aku tidak merasa mendapat layanan buruk saat makan di sana.
Setelah itu, kami melahapnya.
Menu Warung Lek Man Ramah Anak
Ketika hendak kunjungan pertama kali ke Warung Lek Man, aku mengira menu yang ditawarkan hanya rica-rica mentok saja. Kalau cuma rica-rica saja, aku pasti nggak mau ke sana karena anak-anak makan apa.
![]() |
| Menu Rica-Rica di Lek Man Karanganyar (Foto : Gandhes) |
Ternyata ada menu lainnya. Alhamdulillah. Menu Lek Man Rica Menthok yaitu :
Rica Basah
Rica basah ini rica-rica menthok yang ada kuatnya. Meskipun enak dan gurih tapi rasanya pedas. Bagi pencinta pedas memang cocok makan ini. Mulut dan lambung tentu tidak mungkin bisa menerima makanan pedas itu. Daripada maagku kambuh, aku makan menu lainnya. Cuma incip sedikit. Suamiku yang kuat makan rica basah.
Dagingnya juga empuk. Tidak alot. Bagi orang tua yang giginya mulai banyak yang cocok kayak ortuku, cocok sih makan ini. Menurutku dagingnya juga nggak amis. Bagi sebagian ulasan mengatakan agak amis dan harga lebih mahal dibanding warung lain yang katanya lebih enak, porsi banyak dan murah. Waduh, di mana tuh. Jadi penasaran.
Rica Goreng
Rica goreng ini sama pedasnya seperti rica basah tapi digoreng. Tentunya tidak ada kuah. Kalau kalian lebih suka goreng memang mending pilih ini. Siap-siap pedes yaa.
Goreng biasa
Nah, bagi yang tidak suka pedas tapi tetap mau merasakan menthok bisa pesan goreng biasa. Menu ramah anak ini menjadi penyelamat perut anak-anak yang sudah lapar. Rasanya juga gurih dan disukai anak-anakku. Dagingnya juga empuk.
Ayam goreng
Kalau nggak suka mentok, anak-anak bisa makan ayam goreng juga. Tapi aku tidak memesan ayam goreng karena udah terlalu biasa masak di rumah. Eh, tapi kalau mau coba, nggak apa-apa loh. Mungkin rasanya beda sama masakan di rumah. Hehe.
Trancam, Pete dan Sambal
Sebenarnya cukup mengherankan, rica-rica yang sudah pedas begitu masih ada sambal yang disuguhkan. Kira-kira siapa yang makan kalau bukan orang yang doyan sambal? Kalau aku suka banget beli pete dan trancamnya. Segar banget. Perasaanku, ketiga kali beli trancam rasanya beda dibandingkan pertama kali beli disana. Seperti ada yang berubah tapi tetep seger sih.
Teh Khas Kemuning
Ada satu minuman khas Warung Lek Man yaitu teh kemuning yang diambil dari kebun-kebun teh di Kemuning. Rasanya memang segar tapi menurutku sedikit lebih pahit dibanding teh biasanya. Jadinya aku pesan teh biasa. Semua soal selera sih yaa.
Teh Kampul
Harga
Untuk harga warung Lek Man Rica Menthok menurutku termasuk tidak mahal. Untuk makan bertujuh aja biasanya habis sekitar 150an ribu. Untuk harga mentok dan ayam sekitar 22ribu - 33 ribu. Aku tidak terlalu memperhatikan juga saat bayar.
Kuliner Karanganyar Yang Lain?
Jadi menurutku, makan siang di sini cukup worth it dan cukup mengenyangkan. Rasanya enak, tidak amis, harga nggak mahal, dan bumbunya meresap. Nah, kira-kira kalian punya rekomendasi kuliner Karanganyar nggak yang ramah anak, enak dan murah.
![]() |
| Masjid al-Wustha Pura Mangkunegaran, Solo (dok. Pri) |
![]() |
| Pura Mangkunegaran yang dipagari dinding tinggi (dok. Pri) |
Sejarah Masjid Al-Wustha
Arsitektur Masjid Al-Wustha
![]() |
| Maligen, tempat khitan zaman dulu |
![]() |
| Kaligrafi pada kusen pintu dan jendela (Mulyadi, 2015) |
![]() |
| Tempat sound system (dokpri) |
Kaligrafi di Gapura
Gapura Arah Masuk
![]() |
| Kaligrafi di gapura pintu masuk (dokpri) |
Gapura arah keluar
![]() |
| Kaligrafi di gapura arah keluar (dokpri) |
Markiz depan
![]() |
| Markiz bagian depan (dokpri) |
Markiz samping kanan
![]() |
| Kaligrafi di Markiz samping (dokpri) |

.jpeg)




































