Suatu saat saya bersama anak-anak pergi ke Magetan, bukan untuk wisata tetapi menemani ayahnya anak-anak kegiatan di sirkuit Magetan. Berangkat dari Surabaya kira-kira jam 7 pagi dan tiba di Magetan sekitar jam 10an pagi. Di sana, kegiatan selesai saat sholat isya. Karena besok masih harus melanjutkan kegiatan, maka kami mencari penginapan yang dekat di Madiun. Aku belum sempat pesan hotel di mana. Jadi aku mengikuti rombongan saja. Rombongan menuju Fave Hotel Madiun. Dari Magetan ke Madiun ditempuh dalam waktu kira-kira sekitar setengah jam. Sesampainya di hotel sekitar pukul 8 malam.
 |
| Fave Hotel Madiun ( Google Fave Hotel Madiun) |
Fave Hotel Madiun, Rekomendasi Hotel di Madiun
Aku bisa rekomendasikan Fave Hotel Madiun kalau kalian sedang berlibur di area Madiun dan sekitarnya. Beberapa alasan kenapa Fave Hotel Madiun jadi hotel yang aku rekomendasikan.
Lokasi strategis
Fave Hotel Madiun ini berada di Jalan Mayjen Sungkono No. 43, Nambangan Kidul, Kec. Manguharjo, Kota Madiun. Hotel bintang 3 di Madiun ini bersebelahan dengan Hotel Aston.
Hanya dengan melihat di Google Maps, kita tidak kesulitan mencari Fave Hotel Madiun ini karena lokasinya strategis berada di jalan utama dan dekat dengan alun-alun kota Madiun sekitar 2 km atau sekitar 5 menit dengan naik mobil. Mau ke toko oleh-oleh Bluder Cokro pun dekat.
Kalau mau ke Pahlawan Street Center Madiun, yang banyak ikon-ikon terkenal beberapa negara, juga dekat, sekitar 10 menit atau sekitar 3km. Jika kalian pergi ke Madiun naik kereta pun tidak begitu jauh. Dari stasiun Kota Madiun hanya berjarak 4 km, atau sekitar 15 menit.
Meskipun lokasinya strategis, lingkungan di sekitar Fave Hotel Madiun ini tidak begitu bising dan ramai. Sayangnya, transportasi umum di Kota Madiun tidak seperti di kota-kota besar yang punya bus kota dengan jadwal berkala. Jadi kalau ke kota Madiun lebih baik naik ojek online atau kendaraan pribadi.
Pelayanan Baik
Fave Hotel ini memang sudah banyak di beberapa kota. Jadi aku tidak begitu asing dan tidak ragu lagi dengan pelayanan hotel ini. Kami memasuki gerbang untuk tamu Fave Hotel tetapi di parkir mobil ternyata bisa jadi satu dengan tamu Aston.
Lobi hotel nyaman
Dari luar, tampilan depan memang tampak keren. Kami menaiki tangga dari samping. Di dalam lobby, kami disuguhkan dengan welcome drink berupa minuman jeruk. Di lobi hotel juga ada bagian khusus untuk pameran produk lokal. Anak-anak dan suami menunggu di sofa sementara aku menunggu di resepsionis hotel.
Lobi hotel ini cukup nyaman, AC yang dingin, bersih dan tenang. Petugas pun ramah kepada tamunya. Aroma lobi cukup wangi. Aku mengantri untuk proses check-in hotel. Eh, ternyata sudah dibayarin. Allahuakbar. Semoga Allah membalas kebaikan beliau.
Oiya di lobi ini juga ada toilet juga untuk tamu tanpa harus kembali ke kamar.
Kamar nyaman
Aku mendapat kamar di lantai 3. Saat menaiki lift, pengunjung harus menggunakan kartu kamar agar lift bisa berjalan. Menurutku, salah satu kelebihan Fave Hotel ini adalah keamananya terjaga. Setiap pintu dikasih kunci dan harus memakai akses kartu kamar. Satu kamar diberi 2 kartu.
Kami memasuki kamar dengan desain interior yang nyaman, sederhana tapi tampak elegan. Anak-anak tak sabar menaiki kasur double bed itu untuk televisi. Aku meminta mereka mandi dulu baru boleh naik ke kasur. Aku meletakkan tas di atas meja dan menaruh jilbabku di kursi. Anak-anak segera mandi. Baju-baju bertumpuk tak karuan di meja samping lemari. Di bawahnya ada brankas dan tempat alas kaki.
 |
| Maapkan Kamarnya Berantakan (dok. Pribadi) |
Terdengar suara air dari kamar mandi, aku memberitahu mereka agar berhati-hati menyalakan kran air panas.
Suara-suara heboh sebelah kamar cukup terdengar di kamarku. Jadi suaraku sepertinya juga terdengar di kamar mereka. Hehe. Kamarnya kurang kedap suara jadi aku harus memelankan suara.
WiFi hotel pun lancar. Di atas meja ada dua gelas, teko kaca, dan beberapa sachet kopi, teh, gula dan krimer. Karena aku haus, aku meminta anak-anak mengambil air dari galon yang ada di koridor hotel. Kukira dia cuma sebentar saja mengambil air, ternyata lama banget. Ketika sampai kamar, dia bilang galon yang dekat kamar airnya habis, jadi dia harus keliling mencari galon yang masih ada airnya.
Setelah semua mandi, aku terlalu malas untuk berjalan keluar kamar mencari makan. Energiku udah habis seharian di sirkuit. Hehe. Anak-anak pun tampaknya sudah lelah dan asyik nonton televisi sambil tiduran. Channel televisinya lengkap dari channel nasional maupun internasional.
Alhamdulillah kami masih ada makanan yang bisa dimakan. Jadilah aku meminta mereka segera makan.
Kalau dari ukuran luas kamar, meski kehalang dengan tempat tidur, meja kursi, tapi kami masih bisa sholat berjamaah. Bagiku, itu patokan bahwa kamar cukup luas. Kami juga tidak kesulitan untuk beribadah karena ada penunjuk arah kiblat.
Untuk tempat tidur, jangan heran, badan anak-anakku masih kecil-kecil, dan aku pun kurus jadi kami masih bisa tidur bersama di kasur. MaasyaAllah.
Menurutku, kasurnya sudah nyaman banget. Tapi aku baru sadar ada bercak di sepreinya keesokan harinya. Mungkin pas udah siang jadi kelihatan. Aku kira anakku ngompol tapi celana mereka tidak basah atau bau ompol. Kalau pun anakku ngiler, posisi kepala mereka tidak di bagian bawah. Aku nggak tau bercak apa. Ah, sudahlah...
Pengaturan suhu kamar pun sudah nyaman. AC berfungsi dengan baik. Kami bisa tidur dengan nyaman tanpa kedinginan tanpa kepanasan.
Kamar mandi cukup luas dan lumayan bersih
Kamar mandi bersih dan cukup luas. Untuk tempat mandi tidak ada penutup jadi air bisa kemana-mana. Sebenarnya yang agak susah kalau wudhu. Biasanya ada kran untuk shower sama kran air biasa jadi satu jadi bisa buat wudhu tapi ini tidak ada.
Air panas berfungsi dengan baik tapi agak bingung ngaturnya karena meski udah diatur ke dingin tetap agak panas. Tekanan air showernya juga cukup kuat, tidak terlalu lemah. Toilet duduk bersih. Ada tisu toilet di sampingnya. Di kamar mandi disediakan 2 handuk, ada sabun cair yang gabung sama sampo, sikat gigi dan odol. Setelah mandi pun air langsung masuk ke salur pembuangan dan tidak menggenang.
Sarapan Bervariasi
Keesokan harinya, sekitar jam 6 pagi anak-anak meminta berenang tapi aku mengajaknya makan dulu karena khawatir mereka masuk angin. Awalnya mereka bersikeras mau renang dulu, karena pikir mereka setelah berenang akan lapar jadi langsung makan.
Tapi aku nggak mau, hehe. MaasyaAllah gini banget ya. Ortu punya keinginan apa. Anak punya keinginan apa. Akhirnya mereka menuruti ibunya, alhamdulillah. Jadi kami makan dulu.
Resto hotel ini berada di tengah-tengah bangunan Aston dan Fave Hotel berada di lantai dua. Saat keluar dari bangunan hotel, kami harus membuka pintu dengan kartu.
 |
| Resto Fave Hotel Madiun (dok. Pribadi) |
Sampai di resto, petugas menanyakan kamar berapa dan memberitahukan karena kami berlima jadi kena charge. Untuk anak-anak tambah 70ribu saja. Jadi dianggap separuh harga.
Eh, anakku yang kedua kebanyakan ambil sereal plus susu. Jadi dia kekenyangan. Aku minta dia makan nasi nggak mau. Aku paksa pokoknya karena aku nggak mau kenapa-kenapa perutnya. Kami masih harus jalan. Dia mau makan roti panggang dan nasi cuma lima suap.
Menu-menu di resto Fave Hotel ini cukup beragam. Ada menu lokal, pecel Madiun, makanan sayur jamur, ayam, nasi goreng, nasi putih, bubur kacang hijau, dan salad sayur dan buah,. Ada juga menu anak-anak, seperti sereal, roti bakar, sosis dan omelette.
 |
Menu sarapan di Fave Hotel Madiun (dok. Pribadi)
|
Rasa makanan utamanya sih cukup terasa bumbunya. Untuk omelette menurutku sedikit hambar tapi masih bisa dinikmati terutama yang terbiasa dengan makanan minim bumbu.
Restoran cukup bersih. Setiap tamu resto selesai makan, pegawai segera membereskan makanan. Suasana tempat makan juga vibe-nya berasa kayak di luar negeri. Jam sarapannya dari jam 6 sampai jam 10.
Di dekat resto juga ada kamar mandi meskipun kamar mandinya maaf agak bau dan sepertinya kurang dirawat karena pintunya rusak.
Kolam Renang View Pegunungan
Setelah sarapan, kami menuju ke kolam renang hotel Aston jadi kami harus lewat hotel Aston. Kami tidak perlu lewat depan hotel, karena setelah keluar restoran ada pintu masuk lewat samping yang langsung masuk ke gedung hotel Aston.
Kami menaiki lift hotel Aston dengan akses kartu kamar kami. Kolam renang berada di lantai 6. Petugas menanyakan nomor kamar kami kemudian memberikan pinjaman handuk.
Di area kolam renang ini ada tempat gym, tempat bermain anak (mini playground), dan spa. Beberapa meja dan kursi sudah ditempati oleh pengunjung.
Sesampainya di sana, anak-anak segera berganti baju. Sayangnya, anak-anak tidak bawa baju renang jadi pakai baju biasa. Petugasnya kemudian menegurku untuk meminta mengganti bajunya. Jadilah anak-anak Cuma pakai celana aja. Hehe.
Di kolam renang dewasa dalamnya seitar 1,5 m. Sedangkan di kolam anak-anak paling cuma setengah meter.
 |
| Kolam Renang Fave Hotel Madiun (dok. Pribadi) |
Pemandangan dari kolam renang ini cukup hijau. Masih ada tampak pepohonan yang rimbun. Pegunungan tampak jauh di sana.
Ternyata berenang di jam 7 pagi cukup dingin. Anak-anak baru bentar sudah kedinginan.
Sekitar hampir satu jam akhirnya selesai karena jam 8 kami harus persiapan meluncur ke Magetan lagi. Anak-anak mandi di kamar mandi. Aku tidak masuk kamar mandi tapi nunggu di depan wastafel di depan kamar mandi. Aku meminta kakaknya memandikan adiknya.
Ketika kami keluar, ada dua orang sedang bermain tenis meja. Di samping meja petugas, ada tong sampah besar untuk meletakkan handuk kotor.
Kami pun kembali ke kamar. Anak-anak masih melanjutkan menonton televisi selama aku mempersiapkan barang-barang.
Hotel dengan Family friendly
Fave Hotel Madiun ini bisa kubilang family friendly karena di kamar aku itu termasuk tipe connecting rooms alias punya pintu yang menghubungkan dengan kamar lain. Jadi kalau keluarga besar cocok banget di hotel ini.
Dari parkiran ke lobi hotel ada jalanan yang bisa digunakan untuk stroller, kursi roda atau koper. Jadi tetap aman untuk keluarga dengan kebutuhan yang berbeda. Kolam renang juga ada kolam renang untuk anak.
Tak hanya itu, juga ada tempat bermain anak-anak.
Dengan harga segitu apakah worthy? Cocok untuk siapa?
Secara umum, Fave Hotel ini nyaman untuk jadi tempat menginap keluarga, selain punya connecting room, juga fasilitasnya lengkap. Parkir mobil juga luas. Sedangkan kekurangannya itu ada bercak di seprei. Tak Cuma itu, kamarnya kurang meredam suaranya sehingga dari aktivitas di kamar bisa terdengar sampai di kamar sebelah atau di luar.
Rate Fave Hotel Madiun per malam itu di OTA beda-beda ya harganya, tapi kalau di website Fave Hotel Madiun berkisar 400ribu hingga 700ribu rupiah tergantung tipe kamar. Apakah worthy?
Dengan rate segitu, kita sudah dapat sarapan, fasilitas kamar dan hotel cukup lengkap, lokasi strategis, menu makanan yang cukup banyak, cocok untuk keluarga yang bawa anak.