Kukira mancing di waduk Kedung Ombo yang luas bakal dapat ikan yang banyak. Ternyata belum tentu juga. Haha. Memang belum rezeki. Apa yang tampaknya jadi ladang cuan yang banyak ternyata belum tentu dapat. Rezeki memang teka-teki. Hehe.
Antar anak memancing memang capek banget. Kita juga nggak ngapa-ngapain. Dan anakku juga belum minat lagi mau memancing meski masih penasaran gimana rasanya dapat ikan dari hasil mancing.
Sampai ketika liburan selanjutnya di Sragen, anakku minta berenang yang ada waterboom-nya. Permintaan yang cukup sulit karena waterboom yang beneran kan harganya lumayan dan ketinggiannya juga nggak main-main. Untuk anak usia 9 tahun ya agak serem aja kan.
Aku pun mencari waterboom Sragen yang dekat rumah. Sebenarnya kolam renang di Sragen banyak, cuma rata-rata ya hanya buat berenang aja. Nggak ada waterboom-nya. Maunya sih sekalian ajak yang ada tempat wisatanya.
Pilihannya ada di Wisata Sendang Kun Gerit, daerah Gemolong, tapi perjalanan sekitar 1 jam. Terus aku coba searching di internet fasilitas apa saja yang ada di sana. Worth it nggak sih dengan perjalanan sejauh itu. Ternyata yaa biasa aja sih. Emang ada yang viral tapi menurutku nggak terlalu menarik buat anaknya selain kolam renangnya. Haha.
Aku cari lagi deh kolam renang Sragen yang nggak jauh dari rumah. Namanya Waterboom Jambangan Permai. Kalau lihat-lihat di internet, seru juga sih karena emang bukan wisata selfie-selfie. Hehe.
Lokasi dekat tapi sempat kesasar
Lokasi Waterboom Jambangan Permai dari kota Sragen cukup dekat sekitar 30 menit sudah tiba di tujuan.
Lokasinya ada di Gondang-Kaliwedi, Dimoro, Kaliwedi, Kec. Gondang, Kab. Sragen, Jateng. Menuju ke sana, aku mengandalkan Google Map. Sepertinya sulit sekali jika tidak mengandalkan aplikasi tersebut padahal di zaman dulu semua belum mengenal aplikasi tersebut.
Kami sempat nyasar karena masuk ke tempat wisatanya melewati jalan kecil, melewati sawah di kanan kiri. Padahal udah pakai aplikasi, loh. Haha.
Saat tiba di lokasi, tampilannya tidak seperti tempat wisata tapi seperti kantor yang dipenuhi motor, mobil dan angkot. Beberapa orang berjualan di depan. Mobil-mobil parkir di sepanjang jalan. Kami parkir di depan saja karena memang sangat terbatas.
Waterboom Jambangan Permai
Tempat wisata Waterboom Jambangan Permai ini merupakan tempat wisata yang dikelola oleh BUMDes Karya Mandiri Kaliwedi. Aku sempat underestimated sama tempat wisata yang dikelola sama BUMDes. Haha.
Kami memasuki gerbang utama. Pengunjung ramai duduk menikmati makanan di sebelah kiri bangunan. Warung itu menyediakan beberapa menu makanan. Aku lupa deh menunya apa aja.
Pandangan di depanku terlihat kolam ikan dengan bebek-bebek air yang bisa dinaiki. Wah, lumayan nih, naik bebek-bebek saat nunggu anak-anak berenang.
Kami melewati loket yang hanya terdapat meja kayu dengan etalase di sekitarnya. Mbak penjaga sibuk menerima uang dan menyobek karcis dari pengunjung yang datang. Harga tiket Waterboom Jambangan Permai seharga Rp. 10.000,-. Waterboom Jambangan Permai buka dari hari Senin sampai Ahad, dari pukul 08.00 - 17.00, sedangkan hari ahad mulai pukul 07.00.
Tiketnya termasuk murah. Pantas saja ramai sekali. Fasilitas juga lumayan.
Kolam renang
Dengan harga sepulih ribu, kita sudah boleh berenang. Kolam renangnya dibagi menjadi kolam renang anak-anak dan dewasa. Kolam renang anak-anak sudah ada seluncuran yang lurus dan melingkar (spiral slide). Seluncuran untuk anak-anak yang sudah agak tinggi dan seluncuran khusus balita.
Anakku sangat excited bisa berenang di kolam renang yang ada waterboom ala-ala. Mereka segera ganti baju dan menceburkan diri ke kolam renang.
Beberapa kali Ahmad 1 mencoba seluncuran yang pendek kemudian yang tinggi. Sedangkan Ahmad 2 masih mencoba mengenali Medan dulu sampai akhirnya ia berani naik ke seluncuran yang tinggi.
Serius, aku yang lihat agak ketar-ketir karena meskipun sudah ada air mengalir kadang mereka berhenti di tengah seluncuran karena ada anak lain yang mengikuti dari belakang. Beberapa kali kupesankan jangan sampai berhenti di tengah bahaya. Takut nggak kuat. Ihh. Merinding.
Si Ahmad 3 ini yang takut-takut masuk air. Maunya sama masnya tapi masnya sudah sibuk sendiri. Karena ayah ibunya nggak ikut nyemplung, dia nggak berani. Haduh. Baru juga sebentar berenang, dia meminta berhenti.
Gazebo/tempat teduh
Suara cukup riuh. Banyak keluarga menunggu di bawah pepohonan yang teduh dengan menggelar tikar. Pasokan makanan yang dibeli dari luar disajikan di hadapan mereka. Sambil berkisah apa saja, mereka menyantap kudapan yang mereka bawa. Beberapa gazebo tampak berdiri di pinggir kolam renang tapi sebagian sudah terisi. Masih ada sisa satu yang belum terisi. Tempat duduknya seperti angkot tapi berjarak jadi kita tidak terlalu singkat kalau mau gabung sama orang lain.
Toilet
Karena si Ahmad 3 sudah minta berhenti berenang, aku pun mengajaknya membersihkan diri di toilet. Toiletnya lumayan jauh dari tempat dudukku. Di sana sudah ada beberapa orang yang antri untuk masuk ke dalam toilet.
Tak lama, ada ruang kosong, aku mengajaknya masuk. Eh tapi sayang banget air krannya nggak nyala. Haha. Akhirnya aku pakai air di bak mandi yang sisa sedikit. Untungnya aku sudah terlatih saat tinggal di asrama SMA menggunakan air yang sedikit saat mandi. Haha.
Warung
Di dekat tempat duduk gazeboku ada warung yang menjual minuman, mie cup, es krim dan lain-lain. Anakku minta dibelikan mie cup. Harganya standar 10 ribu rupiah. Begitu juga yogurt Cimori 10ribu. Harganya masih normal sih.
Di pintu masuk juga ada warung. Lumayan buat penahan lapar meski menunya yang kurang bervariasi. Mending beli di luar hehe.
Bebek-bebek air
Setelah anakku yang ketiga selesai ganti pakaian, aku mengajaknya dan suami main bebek-bebek air. Harganya 15ribu selama setengah jam. Sayangnya, permainan ini tidak ada yang jaga. Jadi kita melepas tadinya sendiri. Nanti kalau sudah selesai kita yang tambatkan sendiri tali ke kayunya. Agak ribet sih tapi yaudahlah. Enjoy aja, hahaha.
Agak capek juga ngayuhnya. Berasa olahraga. Kita juga mainnya cuma di pinggir kolam aja. Kalau di tengah takut nggak bisa balik. Hehe. Di kolam ini nggak boleh dipakai mancing soalnya banyak ikan berwarna oranye kecil-kecil. Aku nggak paham nama ikannya. Mungkin ada nila juga.
Kolam pemancingan
Memang di kolam ikan tempat bebek-bebek air itu dilarang memancing. Tapi tempat wisata ini juga punya kolam pemancingan. Setelah main bebek air, aku tidak melihat anakku di dalam kolam renang.
Kata suami sedang mancing. Aku pun segera ke kolam pemancingan di bagian belakang. Untuk memancing ini, harga sewa 1 pancingan 15 ribu sudah dapat umpan.
Ahmad 1 tampak memegang alat pancing yang terbuat dari bambu. Akungnya membantu memasangkan umpan di ujung kail.
Wajahnya sangat excited sekali. Rupanya, mereka berhasil mendapatkan ikan lele yang menggelepar di dalam kresek.
"Aku dapat banyak, Bu!" Ujarnya dengan wajah gembira. Aku melihat lele-lele itu terus berpikir. Gimana ini matiinnya. Hahaha. Karena selama ini aku beli lele udah marinasi. Jadi aku tinggal goreng. Lah, kalau masih hidup gini gimana. Dulu pernah beli hidup dikasih garam biar mati. Itu pun nunggu matinya lama. Terus nggak pernah lagi deh beli hidup-hidup. Duh, PR banget sih kamu Naaak!!
Ngelihat si Ahmad 1 bisa menangkap ikan, anakku yang kedua juga mau mencoba. Meski gagal beberapa kali, akhirnya bisa juga mendapat ikan lele. Wajahnya begitu gembira. Akungnya dengan sigap menangkap ikan lele dan melepaskan dari kail. Emang kita harus hati-hati agar tidak terkena sungutnya. Kalau kena sangat bisa sampai nggreges (menggigit demam). Wah, aku nyerah deh. Biar akungnya aja. Haha.
Tangannya berumur darah, kukira tangannya berdarah karena kena kali. Ternyata itu darahnya ikan lele.
Anakku yang ketiga juga penasaran mau memancing. Akhirnya dia juga mencoba dna nggak mau sama sekali dibantuin. Dia maunya dipegang sendiri. Duh, susah kali anak kecil ini. Saat tali bergerak-gerak, semua berteriak "Angkat, Dek! Angkaaat!"
Namanya anak bayi ya.. bingung gimana bisa angkat ternyata cukup berat, dia nggak bisa angkat akhirnya dibantu masnya. Akhirnya berhasil. Dia senang sekali. MaasyaAllah.
Aku juga nggak mau kalah dong. Mencoba memancing di kolam yang banyak ikannya dan aku yakin pasti dapat. Saat percobaan pertama, ternyata aku telat angkat pancingnya. Jadi gagal. Percobaan kedua juga sama gagal. Haha. Tetap aja yaa kalau belum rezeki juga nggak bakal dapat. Saat percobaan selanjutnya baru deh berhasil. Senangnya. Haha.
Aku meminta mereka mengubahnya saja. Kalau diteruskan bisa habis deh isi kolamnya dipancing anak-anakku.
Saat pulang melewati pintu karcis tadi, ikan lele ditimbang dulu. Kalau tidak salah dapat sekitar 1,5 kilo dengan harga sekitar 38ribu. Dah emang cocok mending beli langsung aja. Udah marinasi tinggal goreng. Tapi yang tidak didapat kalau beli sendiri adalah kepuasan saat mendapatkan ikan langsung pada sumbernya. Walaupun kolamnya barusan diisi dengan ikan.
Konsep ini sebenarnya bagus karena secara tidak langsung menjual ikan lele tapi orang harus berusaha memancing pasti dapat ikan. Dan tentunya pasti senang bahagia ketika berhasil mendapat ikan.
Saat kami pulang, ternyata ada kolam ikan lain lagi. Katanya itu bukan ikan lele, mungkin ikan nila. Yang penting rasa penasaran anakku hilanggggg.
Gratis Soto
Sebenarnya setiap tiket bisa ditukar soto ayam. Sayangnya, saat ke sana sedang tidak ada soto ayam gratis karena akhir pekan. Coba deh kalau ke sana saat hari kerja, pasti dapat soto. Hehe.
Taman indah
Di antara fasilitas itu, taman-taman dibuat agar terasa lebih menyenangkan. Di bawah pepohonan yang rindang, para pengunjung menikmati suasana yang tenang.
Tempat Wisata Murah dan Menyenangkan
Ternyata liburan menyenangkan itu nggak harus mahal. Memang harus pintar-pintar memilih tempat aja. Bersyukur banget BUMDes Kaliwedi ini punya Waterboom Jambangan Permai, tempat wisata Sragen yang cocok untuk anak, murah dan menyenangkan.
Sampai rumah, apa yang dilakukan akungnya? Membebeti ikan lele untuk siap dibumbui dan digoreng. Setelah utinya masak, semua pada makan ikan lele. Enak kok. Parahnya, anakku kelelekan duri ikan lele.



























.jpg)
.jpg)







